Rabu, 19 November 2014

Aku yang jarang Bersyukur

Pagi-pagi sekali aku telah menyusuri macetnya jalanan ibu kota. Hiruk-pikuk dijalan raya, semua sibuk ingin menuju ke sekolah, ada yang pergi kerja dan segala macamnya. disetiap lampu merah selalu saja kutemui penjual koran, yang guratan wajahnya terlihat lelah, peluhnya mengalir basah dikeningnya, ada juga ku temui pengemis, yang aku juga tidak tahu kebenarannya, karena bisa jadi pengemis di lampu merah bisa jauh lebih kaya dibanding kita. 
ahh.. ternyata keluar dari rumah, memang selalu memberikan banyak pelajaran, saat kita melihat pedagang, kita harus belajar dengan kegigihannya, saat melihat pengemis, kita bisa belajar bahwa masih banyak orang yang banyak tidak beruntungnya dibanding kita. 
Astaghfirullah. terlalu jarang aku mengucap syukur atas semua nikmat-MU. Maafkan kealpaan ini ya Rabb. terkadang aku sering melihat keatas,  padahal dalam QS. Ibrahim:7 telah jelas semuanya bahwa "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih."
semoga kita menjadi hamba-hambaNya yang selalu bersyukur. Bukan karena Bahagia kita Bersyukur, tapi dengan Bersyukur Kita akan Bahagia. ^_^

MAN 1 Pku, 20 November 2014

Selasa, 18 November 2014

Dewi Sartika



Temen2 ni ada pahlawan wanita yang pernah mengukir sejarah, 
Silahkan dibaca... semoga manfaat... 

PERJUANGAN DEWI SARTIKA MEWUJUDKAN CITA-CITA

By: Robiana / SI5

Kedudukan kaum wanita dalam masyarakat Indonesia dari zaman ke zaman menunjukkan adanya perubahan. Pada mulanya ia mempunyai tempat yang sangat baik, mendapat penghargaan dan derajat yang sama dengan kaum pria. Sejarah menunjukkan bukti-bukti tentang hal ini. Hampir diseluruh daerah di Indonesia pernah mengalami pengaruh besar dari penguasa wanita dalam pemerintahan.
Beberapa contoh kepemimpinan wanita, misalnya Ratu Sima dari kerajaan Kelling, Tribhuwanatunggadewi dari wangsa Isyana. Di Jawa Barat, dalam cerita-cerita rakyat dikenal juga peranan ratu. Dalam cerita patung Lutung Kasarung misalnya Sunan Ambu adalah Batari yang berkuasa di Kahyangan, puteranya Lutung Kasarung adalah suami dari ratu Purbasari, mengajarkan kepada rakyatnya ilmu bertani padi. Istrinyalah yang berhak menjadi raja, suaminya hanya bertindak menjadi pendamping.
Kemunduran posisi wanita dalam masyarakat disebabkan beberapa hal. Feodalisme yang berkembang dizaman Mataram menempatkan isteri sebagai lambang status sang pria, menggeser tempat wanita dari kedudukan subjek menjadi objek.

Kehidupan Semasa Kecil
Dewi Sartika dilahirkan pada tanggal 4 desember 1884, adalah putrid pertama dan anak kedua dari R. Raden Rangga Somanagara, Patih Bandung, Ibunya adalah R.A Rajapermas, putri Bupati Bandung R.A.A Wiranatakusumah IV, yang terkenal dengan sebutan Dalem Bintang.
            Gedung kepatihan, yang terletak dijalan Kepatihan di tenah-tengah kota Bandung, merupakan sebuah bangunan besar dari bahan setengah batu, bergaya bangunan pribumi tempat kediaman kaum priyayi. Disinilah Dewi Sartika dibesarkan bersama-sama dengan saudara-saudaranya, R. Somamur, R. Junus, R. Entis dan R. Sari Pamerat dalam lingkungan kehidupan keluarga yang harmonis. Dewi Sartika tidak pernah kesunyian, hari-harinya penuh dengan kesibukan dan permainan ditengah-tengah kehidupan orangtuanya yang menduduki jabatan tinggi dalam pemerintahan.
Sebagai orangtua yang berpandangan jauh kedepan dan peka terhadap gerak zamannya, Patih Bandung ini telah memberikan pendidikan dasar yang baik kepada putera-puterinya. Ini bukanlah suatu kebijakan yang umum pada waktu itu, karena pendidikan melalui lembaga lembaga (sekolah) masih baru sekali, apalagi untuk anak perempuan, bahkan dari golongan priyayi sekalipun.

Perjuangan Untuk Mewujudkan sebuah Cita-cita
Pada umumnya pendidikan yang diberikan dirumah-rumah semacam ini diberikan menurut kebiasaan masyarakat setempat dan alakadarnya. Gadis-gadis ini belajar memasak, menjahit, melayani orangtua makan, menata meja makan dan sopan-santun. Peristiwa-peristiwa yang lucu dan sekaligus menyedihkan adalah saat para calon suami gadis-gadis tersebut berkirim surat, maka mereka meminta tolong kepada Dewi Sartika untuk membacakan suratnya. Dan adakalanya para gadis baru bisa membaca setelah mereka menikah Karena belajar dengan suaminya.
Disatu pihak hal ini telah menimbulkan kesadaran dalam diri Dewi Sartika akan keadaan yang menyedihkan kaumnya. Gadis-gadis ini yang notabene nya berasal dari kaum bangsawan yang dalam masyarakat feodal merupakan lapisan terpandang dan dimasa depan akan mendampingi suami sebagai isteri pemimpin daerah, dalam kenyataannya mereka buta aksara dan kurang sekali dalam pengetahuan umum dalam dunia sekitarnya. Keadaan ini semakin menanamkan benih yang subur dalam tumbuh dalam hati dan fikiran Dewi Sartika untuk sesuatu bagi kaumnya. Menurut pendapat Dewi Sartika pendidikan dapat mengubah dan memperbaiki nasib mereka, seperti tersirat dalam nasihatnya kepada murid-muridnya dikemudian hari, ketika Sekolah Isterinya berhasil didirikan, “anak-anakku, sebagai perempuan kalian harus memiliki banyak kecakapan agar mampu hidup1”.

Menerobos Rintangan Pertama
Sekembalinya Dewi Sartika dari Bandung, hasratnya untuk membuka sekolah bagi gadis-gadis remaja semakin besar. Hal ini didorong oleh keluarganya sendiri. Untuk mewujudkan keinginannya Dewi Sartika menghadap bupati Bandung. Pada mulanya Bupati Bandung tidak menyetujui keinginan Dewi Sartika untuk membuka sekolah untuk anak-anak perempuan, karena menurut pendapatnya akan mendapat tantangan yang keras dari masyarakat. Sekolah untuk perempuan yang diusahakan oleh puteri priyayi jelas bertentangan dengan kode kebangsawanan.
Akan tetapi, penolakan ini tidak membuat Dewi Sartika putus asa. Berulangkali permohonan ini diajukan kepada bupati, dan akhirnya bupati menyetujui maksud memajukan pendidikan kaum perempuan ini dalam hatinya yang sebenarnya, meluluskan permintaan ini.
            Pada pagi hari tanggal 16 januari 1904, di Paseban yang terletak di halaman sebelah barat Kabupaten Bandung, dibukalah untuk pertama kalinya sebuah sekolah untuk anak-anak gadis. Berdirilah Sekolah Isteri, sekolah yang pertama untuk jenisnya bagi seluruh Indonesia.
Tindakan ini merupakan sebuah hasil pemikiran yang mendalam dan memakan waktu yang agak lama, berdasarkan pengalaman pribadi dalam menghayati penderitaan tragedy keluarga antara yang lain yang disebabkan karena keterbelakangan dan ketergantungan wanita pada zamannya. Kemerosotan dan kemunduran kaum wanita yang tertulis dalam sejarah bangsa, merupakan akibat dari bertemunya berbagai keburukan bermacam-macam sistem, yang pada puncaknya membawa kaum wanita kedalam kedudukan yang tidak berdaya menjadi boneka permainan atau budak kaum lelaki.
            Pada waktu Dewi Sartika telah berhasil mendirikan sekolahnya yang pertama untuk gadis, dan kini berusaha untuk mengembangkannya ditingkat tinggi dimana keputusan harus diambil demi kesejahteraan penduduk umumnya diseluruh Indonesia, masalah ini masih tetap merupakan persoalan yang mentah.
Meningkatnya jumlah pengunjung sekolah dikalangan wanita, jelas menguntungkan dan akan memajukan kedudukan kaum wanita. Untuk memberikan tanggapan yang positif terhadap tantangan masyarakat yang haus akan pendidikan ini, pengurus Kautamaan Isteri memperlebar kegiatannya, dengan membuka sekolah baru. Pada tahun 1913 dibuka Sekolah Kautamaan Isteri II di Bandung, dan sekolah Kautamaan Isteri lainnya di Tasikmalaya tahun 1913, Padang Panjang 1915, Sumedang 1916, Cianjur tahun 1916, Ciamis tahun 1917, Cicurug tahun 1918, Sukabumi tahun 19262.

Memetik Hasilnya
Apabila ditanyakan kepada Dewi Sartika, wanita yang bagaimanakah yang hendaknya terbentuk, apabila ia sudah melewatkan sebagian dari tahun-tahun remajanya dalam asuhan pendidikan Kautamaan isteri?
Maka jawabnya adalah gadis remaja tamatan Sekolah Kautamaan Isteri hendaknya ia bisa hidup.
Karena keterbelakangan kehidupan kaum wanita mempunyai pengaruh besar terhadap kehidupan bangsa, karena wanita adalah ibu bangsa. Karena pendidikan, wanita bisa mempunyai kedudukan sosialnya sendiri, tidak tergantung pada kedudukan atau status suami dalam masyarakat. Kemandirian wanita dalam aspek ekonomi dan sosial ini dapat mengangkat derajatnya yang selama ini tidak sama sekali. Dengan harapan-harapan tersebut Sekolah Kautamaan Isteri menhasilkan tamatan pendidikannya. Sebagian dari mereka ada yang meneruskan pelajarannya ke sekolah jururawat, bidan, untuk calon guru yaitu ke Sekolah Van Deventer.
            Dengan berbagai cara Dewi Sartika berusaha untuk memperkenalkan sekolah yang dipimpinnya, baik kepada masyarakat luas maupun kepada pihak pemerintah. Usaha ini bermaksud, kecuali mendapat simpati dan dukungan, juga memasyarakatkan pendidikan gadis yang dipimpinnya.
            Setelah melewati masa-masa yan serba sulit selama Perang Dunia I berlangsung, pada tahun 1922 Pemerintah Hindia Belanda menganugerahkan bintang perak kepada Raden Dewi Sartika, sebagai penghargaan atas jasa-jasanya bagi pendidikan anak-anak gadis.
            Pada tahun 1929 bersamaan dengan genapnya 25 tahun berdirinya Sekolah Kautamaan Isteri mula-mula bernama Sekoalh Isteri, pemerintah memberikan hadiah berupa gedung baru, sebuah bangunan permanen terbuat dari bahan batu. Dihadiri oleh banyak pembesar yang mangucapkan selamat kepada Dewi Sartika yang mengucapkan selamat kepada Dewi Sartika Karena telah menjadi pengajar selama 25 tahun tanpa cacat dan cela, dan semenjak saat itu sekolah Kautamaan Isteri terkenal dengan Sekolah Raden Dewi.
            Pada 16 januari 1939, diadakan upacara peringatan 35 tahun berdirinya Sekolah Raden Dewi ini pula Dewi Sartika memperoleh bintang emas dari pemerintah, sebagai penghargaan atas jasa-jasanya yang telah dilakukan kepada masyarakat. Bintang emas ini adalah penghargaan yang lebih tinggi dari pada bintang perak yang diperoleh Dewi Sartika pada tahun 1922.

Keharibaan Allah Swt
            Pada waktu tanah air sedang mengalami peperangan, Dewi Sartika pergi meninggalkan dunia yang fana ini, pulang ke Rahmatullah pada hari kamis, tanggal 11 september 1947, jam 09:00wib di tengah-tengah keluarga dirumah sakit Cineam dalam usia 63 tahun.
            Pelopor dalam bidang pendidikan bagi kaum wanita ini meninggal sesudah melihat tanah air dan bangsanya berhasil memproklamasikan kemerdekaannya, akan tetapi masih sedang berjuang untuk memperjuangkan kemerdekaan tersebut dari Belanda yang ingin kembali berkuasa dinegeri ini.
            Lahirnya gerakan-gerakan wanita serta kongres-kongres perkumpulan wanita yan menyatukan organisasi-organisasi wanita kedalam satu ikatan. Dalam Kongres Perempuan Indonesia bulan dessember 1998, telah merupakan tonggak sejarah dalam perjuangan perbaikan nasib kaum wanita.
            Dapatlah dikatakan, bahwa tidak mungkin kemajuan ini dapat dicapai tanpa mengayunkan langkah yang pertama. Dan dalam langkah yang pertama ini, peranan Dewi Sartika tidaklah kecil. Dalam memperjuangkan kaum wanita.
            Kemudian pada tahun 1966 Pemerintah Republik Indonesia memenuhi harapan penduduk Jawa Barat, terutama kaum ibunya. Dengan mengangkat Dewi Sartika sebagai pahlawan kemerdekaan nasional. Dengan pertimbanangan perjuangannya dimasa silam.
            Pengangkatan ini dinyatakan dengan dikeluarkannya Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 25 tertanggal 1 desember 1966, dengan ditandatangani presiden Soekarno.












DAFTAR PUSTAKA

Wiriatmadja, Rochiati, DEWI SARTIKA;1983,DEPDIKBUD
Mirnawati, KUMPULAN PAHLAWAN NASIONAL:2012,Penebar Swadaya Group

Ketika Cinta Berbalas

 Assalamualaikum... 
tulisan ini aku dapat dari bunga rampai,  silahkan di baca ya.. :) 
semoga penuh manfaat...


Ketika Cinta Berbalas


Saya masih ingat ada seorang sahabat yang menulis artikel dengan judul "Cinta tak terbalas". Ya, jika udah bicara tentang "CINTA", tidak akan pernah ada kata akhirnya, karena CINTA adalah anugerah yang indah sekaligus bikin gelisah.

Cinta tak/belum terbalas mungkin menyakitkan .. bikin penasaran … sekaligus berbunga angan-angan, "andaikan dia mau sama aku..", "apa dia tahu perasaanku ya ?". Mau tidak mau, kita dipaksa untuk mengakui dengan jujur…. , tiap hari pertanyaan serupa itu selalu muncul berganti-ganti.

Bila si dia menunjukkan respon ke arah "sana", hati kita langsung "kling-kling" bersinar cemerlang, serasa hanya kita yang diperhatikan .. "o, ternyata benar .. dia juga punya perasaan sama", "tuh, hanya aku yang dapat perhatian seperti itu…bla bla..bla ". Lagi, kalau si dia yang bikin kita kebat-kebit cuek dalam satu hari, hati tanpa dikomando bilang "tuh, aku mah ge-er aja… ", "ah, ternyata dia nggak suka ma aku". Lingkaran ini akan selalu berputar tak berkesudahan bila kita tidak bertanya langsung kepada si dia (karena takut resikonya ditolak).

Setuju sekali dengan pendapat sang ukthi, betapa naifnya hanya karena cinta pada satu orang, kita melupakan cinta dari orang-orang yang telah memberikan cinta sejatinya dari orang tua, saudara, sahabat, guru-guru, dll.

Nah, sekarang bagaimana kalau CINTA BERBALAS? Apakah memang seperti gambaran orang-orang yang patah hati karena cinta mereka bertepuk sebelah tangan? Cinta yang berbalas itu indah dan membahagiakan?

Cinta. Anugerah terindah itu pasti akan pernah mampir kepada manusia, makhluk ciptaan-Nya yang dilengkapi akal dan perasaan. Kita juga tidak pernah berencana untuk mencintai seseorang. Cinta itu datang tak terduga, mengalir begitu saja dan paling parah.. sukar untuk menghentikannya.! Di saat, virus merah jambu itu datang pada kita… dan bluss !! ternyata… CINTA ITU BERBALAS! Benar-benar indahkah? Membahagiakan kah?

Ternyata dari beberapa hasil survey, didapat kesimpulan "Cinta yang berbalas juga tidak selamanya sesuai harapan". ILMU, yang dilengkapi oleh kejujuran hati nurani yang dititipkan oleh SANG PEMILIK CINTA membuat kita gelisah : takut zina hati sekaligus menikmati gejolak perasaan yang bervariasi.

Hari-hari dipenuhi keraguan.. di saat kita gembira bertemu dengan "dia", di saat itu pula rasa "takut" hadir, di saat kita merindukannya, di saat itu pula kita merasa malu karena kita jarang mengingat pemiliknya, Ar-Rahman. Pergulatan batin akan jadi sangat melelahkan jika kita tidak berusaha untuk "mempertahankan" diri sekuatnya.

Okelah, bagi yang sudah punya kemampuan dan keinginan untuk menikah dalam restu orang tua, mereka punya solusi : SEGERA MENIKAH! Berbahagialah bagi sahabat-sahabat yang berada dalam atmosfir seperti ini.

Nah, bagi yang belum punya kemampuan? atau yang jatuh cinta pada yang nggak seakidah, atau yang belum direstui orang tua untuk segera menikah, atau lagi, yang jatuh cinta pada tunangan, suami atau isteri orang lain? Wah.. wah.. ini nih UJIAN BERAT!, bukan berarti Allah nggak sayang sama kita, memberi anugerah sekaligus cobaan, tapi justru kita adalah orang-orang yang terpilih untuk membuktikan kesungguhan cinta kepada-Nya. Lalu? Haruskah kita hanyut dan terlena dengan cinta yang sesaat ini?

Ayo sobat ! Cinta sesungguhnya terbingkai dalam mahligai pernikahan. Dalam bingkai itulah kita benar-benar berhak mengekspresikan seluruh perasaan cinta yang ada… untuk meraih cinta-Nya yang Agung. Lamar atau minta dilamar, hanya itu pilihan.

Jangan terjebak CINTA SEMU !! Jika nama "dia" hadir tanpa diundang, segera ganti dengan istighfar dan sibukkan diri dengan aktifitas yang membutuhkan konsentrasi. Berhati-hatilah dengan hati yang melambung tinggi karena akan sangat sakit bila terhempas.

Tulisan ini hanya sekedar wacana untuk sama-sama jadi renungan. Mudah-mudahan kita bisa menikmati CINTA yang dianugerahkan-Nya dengan rasa syukur yang dalam, membuat kita makin mencintai-Nya dalam setiap hembusan nafas, berusaha mempertahankan zikrullah agar tidak berganti dengan nama si "dia".

Mari nikmati CINTA hanya untuk mengharap balasan cinta dari Sang Pemilik Cinta, karena hanya Dia yang tidak pernah mengecewakan kita. (Farah Adibah)


manajemenqolbu.com


Cerita Kukerta 2014
Assalamualaikum wrwb..
Bismillah…
Aq baru belajar nulis d blog nih, tentang cerita Kukerta qu kemarin ya.. pada 2 juli-10 september 2014, aq Kukerta di desa Sepahat, Kec. Bukit Batu, Bengkalis. Di sana ada pantainya.. yah jadilah untuk menatap selat Malaka yang begitu luas.. setidaknya bisa lah menemani hati yg sedang galau (eehhh.. jujur bgt ya suka galau) hihi.. dan bisa bercerita bersama angina yang bertiup sepoi-sepoi.. hehe.. lebay gitu ya..
Bareng tmn2, tmn2 nya lumayan oke lah,,, walau ada jg pertengkaran kecil, tapi biasa lah.. biasa dlm pertemanan..
Hmm.. banyak yang lucu, apalagi pas bulan Ramadhan, anak-anak desa seneng bgt tuh sama kami,, sering bgt main ke posko, alasannya sih mau belajar, tp malah ngajak main..
Uia, kelompok qu a da 14 org.. pada kocak semua deh.. ga percaya ??
Tapi terlihat kalem ya.. hehe..
Dan pantai y aku rindukan sekarang adalah pantai sepahat..
Aq and friends…
assalamualaikum wrwb...
jujur,, aku baru belajar posting di blog nih.. jadi aku juga masih copas tulisan nihh..

maaf yah... tapi semoga bermanfaatlah..

Allah Mengajarkan Cinta


Cinta adalah salah satu pesan agung yang Allah sampaikan kepada umat manusia sejak awal penciptaan makhluk-Nya. Dalam salah satu hadis yang diterima dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, ''Ketika Allah mencipta makhluk-makhluk-Nya di atas Arsy, Dia menulis satu kalimat dalam kitab-Nya, 'Sesungguhnya cinta kasihku mengalahkan amarahku'.''(HR Muslim). Atau dalam versi yang lain, ''Sesungguhnya cinta kasihku mendahului amarahku.'' (HR Muslim).

Dalam kehidupan manusia, cinta sering direfleksikan dalam bentuk dan tujuannya yang beragam. Ada dua bentuk cinta. Pertama, cinta karena Allah. Kedua, cinta karena manusia. Seseorang yang mencintai orang lain karena Allah dan Rasul-Nya, maka ia akan mengarahkan cinta itu sebagai media efektif untuk saling memperbarui dan saling introspeksi diri, sudah sejauh mana pengabdian kita kepada Allah. Cinta model ini akan berujung pada kepatuhan total dan ketundukan tulus, bahwa apa yang dilakukannya adalah semata-mata karena pembuktian cintanya kepada Allah dan Rasul-Nya.

Seseorang yang mencintai orang lain karena manusia, akan banyak menimbulkan persoalan serius. Cinta ini sifatnya singkat, karena cinta model ini biasanya muncul karena dorongan material dan hawa nafsu. Dua hal yang sering membuat manusia lalai dalam kenikmatan duniawi.

Rabi'ah al-Adawiyah, seorang tokoh sufi terkemuka, suatu ketika pernah berlari-lari di jalan sambil membawa seember air dan api. Ketika ditanya oleh seseorang tentang apa yang sedang dilakukannya, Rabi'ah tegas menjawab bahwa ia membawa air untuk menyiram api neraka, dan membawa api untuk membakar surga. Rabi'ah memberikan alasan, bahwa hanya karena niat ibadah untuk memperoleh surga dan terhindar dari api neraka inilah, kebanyakan manusia melupakan tujuan hakiki ibadahnya. Padahal, ibadah bukanlah bertujuan untuk memperoleh surga atau menghindari neraka. Ibadah merupakan bentuk cinta tulus ikhlas kepada Allah semata.

Pergaulan hidup juga mesti dilandasi cinta. Dengan itu, kehidupan akan berjalan harmonis dan langgeng. Cinta yang diajarkan Allah SWT adalah cinta yang berujung pada keabadian, karena Allah sendiri adalah Zat yang abadi dan tak pernah rusak. Maka, keabadian, keharmonisan, dan kesejahteraan umat manusia akan tercapai jika cinta yang ada pada diri manusia ditujukan semata-mata karena Allah. Allah SWT sendiri yang mengingatkan manusia, bahwa Dia tidak akan pernah mendahulukan amarah-Nya. Cinta Allah yang menyebar di alam semesta inilah yang menjadi bukti bahwa keharmonisan itu benar-benar terjadi.

Seseorang yang tidak melakukan cinta model yang Allah SWT ajarkan tidak akan berhasil mendapatkan cinta Allah. Dalam salah satu hadisnya, Rasulullah SAW bersabda, ''Siapa yang tidak mencintai manusia, maka ia tidak akan Allah cintai.'' (HR Al-Bukhari). Model cinta yang Allah ajarkan adalah cinta tertinggi, kerena selain berakibat pada kebahagiaan abadi di akhirat, imbasnya bagi kehidupan dunia pun akan terasa. Wallahu a'lam.


republika





Assalamualaikum wrwb... 
Aq suka banget sama  tulisannya bg Tere Liye nih... 
jadi untuk tulisan pertama ku adalah kata-kata dari Tere Liye aja ya .. :)


Saat kita menemukan rasa cukup di dalam hati, maka Allah akan mencukupkan semuanya. Otomatis. Langsung rontok berguguran semua beban di hati.
Saat kita menemukan rasa kurang dalam hati, maka kita sendirilah yang membuatnya terasa kurang semua. Otomatis. Seberapapun, tetap kurang.

*
Darwis Tere Liye


Mencintai dalam diam adalah seperti menari takjim sendirian di antara kabut pagi di sebuah padang rumput yang megah dan indah. Dan meski tidak tersampaikan, tidak terucapkan, demi menjaga kehormatan perasaan, kita selalu tahu itu sungguh tetap sebuah tarian cinta.
Semoga besok lusa bisa menari bersama dalam ikatan yang direstui agama, dicatat oleh negara.

*Tere Liye


Tidak semua rindu itu harus dikatakan. Lebih banyak yang sebaiknya disimpan dalam diam; apalagi jika rindu tersebut dalam bentuk hubungan yang tidak sesuai rambu2 agama. Semoga dengan menahan diri, besok lusa diberikan kesempatan terbaik dalam cara yang baik menyampaikannya. * Darwis Tere Liye
                          
Kita tidak akan pernah menemukan orang yang benar2 memahami kita, tahu kebiasaan kita, mengerti semua tentang kita. Impossible. Tapi kita bisa menemukan orang yang sungguh2 bersedia memahami kita. Dan itu lebih dari cukup, sepanjang kita juga sungguh2 bersedia memahaminya. -- Darwis Tere Liye

Cukup malaikat Rakib saja yang mencatat amalan2 kita, tidak perlu kita ikut mencatatnya (malah dicatat pula di jejaring sosial). Percayalah, catatan malaikat Rakib tidak akan keliru. Beda dengan catatan kita, yang rentan dihinggapi.

*
Darwis Tere Liye

Rasa sabar itu bisa mengembalikan yang pergi menjadi kembali; Jarak yang jauh menjadi dekat,
Beban yang berat menjadi ringan,
Waktu yang lama menjadi sebentar,
Rasa benci menggunung menjadi sebutir debu


Diamnya jauh lebih menyakitkan dibandingkan marahnya. Aku lebih baik dimarahi karena bertanya banyak hal kepadanya, dibandingkan tatapan kosong.

--Tere Liye, novel 'Daun yang jatuh tak pernah membenci angin'