Pagi-pagi sekali aku telah menyusuri macetnya jalanan ibu kota. Hiruk-pikuk dijalan raya, semua sibuk ingin menuju ke sekolah, ada yang pergi kerja dan segala macamnya. disetiap lampu merah selalu saja kutemui penjual koran, yang guratan wajahnya terlihat lelah, peluhnya mengalir basah dikeningnya, ada juga ku temui pengemis, yang aku juga tidak tahu kebenarannya, karena bisa jadi pengemis di lampu merah bisa jauh lebih kaya dibanding kita.
ahh.. ternyata keluar dari rumah, memang selalu memberikan banyak pelajaran, saat kita melihat pedagang, kita harus belajar dengan kegigihannya, saat melihat pengemis, kita bisa belajar bahwa masih banyak orang yang banyak tidak beruntungnya dibanding kita.
Astaghfirullah. terlalu jarang aku mengucap syukur atas semua nikmat-MU. Maafkan kealpaan ini ya Rabb. terkadang aku sering melihat keatas, padahal dalam QS. Ibrahim:7 telah jelas semuanya bahwa "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu,
dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih."
semoga kita menjadi hamba-hambaNya yang selalu bersyukur. Bukan karena Bahagia kita Bersyukur, tapi dengan Bersyukur Kita akan Bahagia. ^_^
MAN 1 Pku, 20 November 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar