Selasa, 18 November 2014



Assalamualaikum wrwb... 
Aq suka banget sama  tulisannya bg Tere Liye nih... 
jadi untuk tulisan pertama ku adalah kata-kata dari Tere Liye aja ya .. :)


Saat kita menemukan rasa cukup di dalam hati, maka Allah akan mencukupkan semuanya. Otomatis. Langsung rontok berguguran semua beban di hati.
Saat kita menemukan rasa kurang dalam hati, maka kita sendirilah yang membuatnya terasa kurang semua. Otomatis. Seberapapun, tetap kurang.

*
Darwis Tere Liye


Mencintai dalam diam adalah seperti menari takjim sendirian di antara kabut pagi di sebuah padang rumput yang megah dan indah. Dan meski tidak tersampaikan, tidak terucapkan, demi menjaga kehormatan perasaan, kita selalu tahu itu sungguh tetap sebuah tarian cinta.
Semoga besok lusa bisa menari bersama dalam ikatan yang direstui agama, dicatat oleh negara.

*Tere Liye


Tidak semua rindu itu harus dikatakan. Lebih banyak yang sebaiknya disimpan dalam diam; apalagi jika rindu tersebut dalam bentuk hubungan yang tidak sesuai rambu2 agama. Semoga dengan menahan diri, besok lusa diberikan kesempatan terbaik dalam cara yang baik menyampaikannya. * Darwis Tere Liye
                          
Kita tidak akan pernah menemukan orang yang benar2 memahami kita, tahu kebiasaan kita, mengerti semua tentang kita. Impossible. Tapi kita bisa menemukan orang yang sungguh2 bersedia memahami kita. Dan itu lebih dari cukup, sepanjang kita juga sungguh2 bersedia memahaminya. -- Darwis Tere Liye

Cukup malaikat Rakib saja yang mencatat amalan2 kita, tidak perlu kita ikut mencatatnya (malah dicatat pula di jejaring sosial). Percayalah, catatan malaikat Rakib tidak akan keliru. Beda dengan catatan kita, yang rentan dihinggapi.

*
Darwis Tere Liye

Rasa sabar itu bisa mengembalikan yang pergi menjadi kembali; Jarak yang jauh menjadi dekat,
Beban yang berat menjadi ringan,
Waktu yang lama menjadi sebentar,
Rasa benci menggunung menjadi sebutir debu


Diamnya jauh lebih menyakitkan dibandingkan marahnya. Aku lebih baik dimarahi karena bertanya banyak hal kepadanya, dibandingkan tatapan kosong.

--Tere Liye, novel 'Daun yang jatuh tak pernah membenci angin'


Tidak ada komentar:

Posting Komentar